Thursday, January 18, 2018

Adab pelajar terhadap dirinya sendiri (Adab al-Muta’allim fii Nafsihi)



Oleh: Samik bin Makki (Dosen UNESA dan Pembina Majelis Islam Kaffah)

Foto penulis dengan pemburu ilmu lainnya

Salah satu adab yang penting dalam menuntut ilmu adalah adab pelajar terhadap dirinya sendiri (Adab al-Muta’allim fii Nafsihi). Berikut ini 10 adab yang harus dimiliki pelajar supaya dapat meraih ilmu yang bermanfaat.

1. Sebelum mengawali proses menuntut ilmu, seorang pelajar hendaknya menyucikan hati dari sifat-sifat tercela seperti dusta, sombong, dendam, hasud, keyakinan yang tidak baik, budi pekerti yang tidak baik, dan sifat tercela lainnya. Hal itu dilakukan supaya ia  pantas untuk menerima ilmu sehingga mudah menghafalkannya, memahaminya, meninjau kedalaman maknanya dan memahami makna yang tersirat. 

2. Meluruskan niat dalam mencari ilmu, yakni ikhlas untuk mendapatkan ridha Allah SWT supaya mampu mengamalkan dan menyebarkan ilmu, menghidupkan syari’at, menerangi hati, menghiasi batin dan  mendekatakan diri kepada Allah SWT. Tidak boleh berniat hanya untuk memperoleh tujuan-tujuan duniawi, misalnya menjadi pimpinan, pejabat, dan hartawan. Tetapi jika tujuan duniawi itu digunakan untuk meraih ridho Allah dengan amar ma'ruf nahi munkar, memperjuangkan kebenaran dan meluhurkan agama bukan untuk keperluan hawa nafsu sendiri maka diperbolehkan.

3. Bersegera mungkin memperoleh ilmu di waktu masih belia dan memanfaatkan sisa umurnya. Jangan sampai tertipu dengan menunda-nunda belajar dan terlalu banyak berangan-angan. Menghargai waktu dengan melaksanakan urusan-urusan yang penting dan bermanfaat yang mampu ia lakukan, menghindari perkara-perkara yang bisa menghalangi kesempurnaan mencari ilmu,  serta mengerahkan segenap kemampuan dan bersungguh-sungguh dalam menggapai keberhasilan.

4. Bersifat qana’ah dengan menerima apa adanya, baik itu berupa makanan atau pakaian dan sabar atas segala kekurangan dan kesulitan. Imam Al Syafi’i berkata: “Orang yang mencari ilmu tidak akan bisa merasa bahagia, apabila ketika mencari ilmu disertai dengan hati yang luhur dan kehidupan yang serba cukup, akan tetapi orang-orang yang mencari ilmu dengan perasaan hina, rendah hati, kehidupan yang serba sulit dan menjadi pelayan para ulama, dialah orang yang bisa merasakan kebahagiaan”.

5. Bersifat wara’, yaitu menjaga diri dari perbuatan yang bersifat syubhat dan syahwat hawa nafsu sehingga bisa merusak harga diri. Seyogyanya pencari ilmu juga menggunakan kemudahan kemudahan pada tempatnya ketika dibutuhkan dan adanya sebab–sebabnya, karena Allah menyukai kemurahan–kemurahannya dilaksanakan sebagaimana Dia menyukai ketetapan-ketetapanNya dilaksanakan. 

6. Membuat jadwal rutin kegiatan harian dan menggunakan setiap kesempatan (misalkan sambil menunggu guru membaca buku). Waktu yang paling ideal dan baik digunakan oleh para pelajar: Waktu sahur (sebelum subuh) digunakan untuk menghafal. Waktu pagi digunakan untuk membahas pelajaran. Waktu tengah hari digunakan untuk menulis. Waktu malam digunakan untuk meninjau ulang dan mengingat pelajaran. Tempat yang paling baik digunakan untuk menghafalkan adalah di dalam kamar dan setiap tempat yang jauh dari perkara yang bisa membuat lupa. Tidak baik menghafalkan pelajaran di depan tumbuh-tumbuhan, tanaman-tanaman yang hijau, di tepi sungai dan ditempat-tempat yang ramai.

7. Mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal, baik dan tidak berlebih-lebihan, supaya tetap semangat ibadah dan menuntut ilmu, badan terasa lebih ringan dan sehat serta mencegah penyakit tubuh. Pelajar juga harus memperhatikan kehalalan pakaian, tempat tinggal dan setiap sesuatu yang ia butuhkan, agar hatinya pantas untuk mengambil kemanfaatan ilmu. 

8. Mempersedikit mengkonsumsi makanan yang dapat menyebabkan tumpulnya otak, lemahnya panca indra dan daya hafal, seperti buah apel, asam, minum cuka’, begitu juga makanan yang menimbulkan banyak dahak, yang dapat mempertumpul akal fikiran dan memperberat badan, seperti terlalu banyak minum susu, makan ikan dan yang lain sebagainya. Bahkan menurut Kyai Hasyim, seyogianya pelajar juga menjauhkan diri dari hal-hal yang menyebabkan lupa secara khusus seperti memakan makanan yang telah dimakan tikus, membaca tulisan di maesan (pathok kuburan), masuk di antara dua ekor unta yang ditarik dan menjatuhkan kutu dalam keadaan hidup. 

9.  Mengurangi tidur selama tidak menimbulkan bahaya pada tubuh dan akal pikirannya. Jam tidur tidak boleh lebih dari delapan jam dalam sehari semalam. Jika keadaannya memungkinkan untuk beristirahat kurang dari delapan jammaka ia dipersilahkan untuk melakukannya.Apabila lelah, maka beristirahatlah. 

10. Menjaga pergaulan, yaitu hanya bergaul dengan orang shaleh yang memiliki antusias dan cita-cita tinggi dalam ilmu, kuat agamanya, dan bersih hatinya.Jika ia lupa, maka temannya mengingatkan, dan bila ia ingat, maka berarti temannya telah menolongnya. Jangan bergaul dengan orang yang buruk akhlaknya karena hal itu berdampak buruk terhadap perkembangan ilmunya. 

Referensi:
Az-Zarnuji, Ta'limul Muta'alim Thariqatta'allum
Hasyim Asy’ari, Adab al-Alim Wa al-Muta’allim. 
Ibnu Jamรข’ah, Tadzkirah al-Sรขmi’ wa al-Mutakkalim fรฎ Adab al-‘Ilm wa al-Muta’allim

Adab pelajar dan pengajar dalam menggapai ilmu yang bermanfaat


Oleh: Samik bin Makki (Dosen UNESA dan Pembina Majelis Islam Kaffah)

Foto Penulis (Ketua KadER Edukatif anti Narkoba BNNP Jatim) dan Pengurus KEREN lainnya yang siap menggapai dan menyebarkan ilmu menyelamatkan generasi bangsa

Semangat menuntut ilmu yang bergelora, kokoh, dan pantang menyerah tidaklah cukup dalam mencari ilmu yang bermanfaat dan barokah. Memang semangat seperti itu akan membuat pencari ilmu  bersungguh-sungguh dalam mendalami ilmu. Banyak para pelajar telah bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, tapi sebagaian dari mereka tidak mendapat manfaat dari ilmunya, yakni mereka tidak mengamalkan dan tidak menyebarkannya. Hal ini menurut Syaikh Az-Zarnuji dalam kitabnya Ta'limul Muta'alim Thariqatta'allum terjadi karena cara mereka menuntut ilmu salah dan syarat-syaratnya mereka tinggalkan. Barangsiapa salah jalan, tentu tersesat tidak dapat mencapai tujuan. Oleh karena itu, supaya tidak tersesat, marilah kita pelajari adab dalam menuntut ilmu.

Urgensi adab dalam pendidikan
Urgensi adab disampaikan secara gamblang oleh salah satu pendiri NU, Kyai Hasyim Asy’ari di dalam kitabnya Adab al-Alim Wa al-Muta’allim. Menurut beliau tauhid itu mewajibkan adanya keimanan. Barangsiapa yang tidak beriman, maka berarti ia tidak bertauhid. Iman mewajibkan adanya syari’at. Barang siapa yang tidak bersyari’at, maka berarti ia tidak beriman dan juga tidak bertauhid. Syari’at mewajibkan adanya adab. Barang siapa yang tidak beradab, maka ia tidak bersyari’at, tidak beriman dan tidak bertauhid (kepada Allah SWT).

Ungkapan Kyai Hasyim tersebut senada dengan pakar filsafat islam dan sejarah, Prof. Naquib al-Attas di dalam bukunya Risalah untuk Muslimin, yang menegaskan bahwa konsep adab sangat terkait dengan pemahaman tentang wahyu. Orang beradab adalah orang yang dapat memahami dan meletakkan sesuatu pada tempatnya, sesuai dengan harkat dan martabat yang ditentukan Allah.

Tujuan pendidikan adalah membentuk manusia-manusia yang beradab, yaitu manusia yang beraqidah dan beramal sesuai tuntunan islam sehingga mampu menjalankan tugasnya sebagai hamba Allah dan khalifatullah fi-ardh dengan baik.

Berikut ini tuntunan-tunutunan ulama tentang adab menuntut ilmu yang dirangkum dari berbagai kitab (klik Link di bawah ini):

A. Adab pelajar terhadap dirinya sendiri (Adab al-Muta’allim fii Nafsihi)

... bersambung 

Tuesday, January 9, 2018

Lisan Kita, Niat Kita

Oleh: Felix Siauw

Ada yang berkata-kata dengan niat untuk menyakiti, maka itu pula yang akan diterima yang mendengar, ada yang berkata-kata dengan niat ingin menmperbaiki dengan tulus, dan itu pula yang didapat pendengarnya

Rasulullah menasihati, "Segala sesuatu itu tertunduk pada niatnya", maka apa yang sampai pada seseorang kemungkinan besar adalah sesuatu yang diinginkan oleh yang menyampaikan pesan

Saat niat kita sudah lurus, ikhlas sebab Allah, didasari cinta kasih, maka kita akan memilih kata-kata yang bernas, di saat paling pantas, dengan cara paling welas, hingga pesan kita tunai tuntas

Tapi bila sudah niat kita tak benar, maka kata-kata yang terpilih pun kasar, saat mengucap kita merasa besar, standar kemenangan bila lawan bicara sudah sakit hati, kalau bisa sekalian sampai menangis

Padahal, hampir tak pernah kita menemukan, yang salah bisa diubah benar oleh kasarnya kata, atau pendosa berhijrah pada taat sebab lucahnya lisan. Sebaliknya, hati kita dibuka dengan welas asih

Andai telah tertakluk hati, biasanya akal akan terus menunduk, tapi bila hati sudah tersinggung, rasio apapun takkan bisa memuaskan. Bagaimanapun kita manusia, yang masih perlu dihargai

Kata-kata yang baik takkan pernah merugi, bila diterima ia mengubah, bila ditolak ia tinggalkan pesan, bila salah dia tak menyakiti, bila benar dia jadi nasihat jiwa

Andai bukan Rasulullah teladan kita, takkan ada contoh tetap lembut walau dikasari, tetap santun walau didustai, tetap sabar walau dimaki, tetap berkata benar walau tak disukai, Allahumma shalli wa sallim wa barik alaihi

Ilmu boleh jadi masih dicari, tapi adab jangan sampai kita tak punyai, karena dakwahkan Islam kita bisa jadi dibenci, tapi jangan sampai karena akhlak buruk lantas kita tak disukai, Islam lalu dicaci

Monday, January 8, 2018

Undangan kajian rutin setiap ahad

*AyoSinauIslam*

*KATA-KATA MUTIARA IMAM SYAFI'I*

*"Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan."*
- (Imam Syafi'i)

*"Jangan cintai orang yang tidak mencintai Allah. Kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu"*
- (Imam Syafi'i)

*"Barangsiapa yang menginginkan Husnul Khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia".*
- (Imam Syafi'i)

*"Doa di saat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran."*
- (Imam Syafi'i)

*"Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.”*
- (Imam Syafi'i)

*"Siapa yang menasihatimu secara sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasihatimu. Siapa yang menasihatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu''*
- (Imam Syafi'i)

*"Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafannya sedang ditenun".*
- (Imam Syafi'i)
=====
✅✅✅
๐Ÿ’ฅ *KEUTAMAAN MENDATANGI MAJELIS ILMU* ๐ŸŒฟ


 ู…َู†ْ ุณَู„َูƒَ ุทَุฑِูŠู‚ًุง ูŠَู„ْุชَู…ِุณُ ูِูŠู‡ِ ุนِู„ْู…ًุง ุณَู‡َّู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َู‡ُ ุทَุฑِูŠู‚ًุง ุฅِู„َู‰ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ
*"Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga." (HR Muslim, 2699)*

*Majlis Ilmu termasuk majelis dzikir sebagai taman surga di dunia ini.*
Dari Anas, Rasulullah ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ bersabda,
 ุฅِุฐَุง ู…َุฑَุฑْุชُู…ْ ุจِุฑِูŠَุงุถِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ูَุงุฑْุชَุนُูˆุง ู‚َุงู„ُูˆุง ูˆَู…َุง ุฑِูŠَุงุถُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ู‚َุงู„َ ุญِู„َู‚ُ ุงู„ุฐِّูƒْุฑِ
* “Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab,”Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.”*
========
*Mari ikuti kajian-kajian keislaman*
Salah satu info kajian keislaman rutin yg kami adakan adalah:
*_Bersama dalam mempelajari Islam Kaffah untuk meraih ridho Allah_*
*๐Ÿ“Undangan MIK (Majlis Islam Kaffah)*
_*Untuk anda (mahasiswa/wi, pemuda/bapak2 ๐Ÿ‘ณ๐Ÿป/ibu2) yg ingin jadi generasi terbaik๐Ÿ“*_

“Kamu (Umat Islam) adalah Umat yang Terbaik yang dilahirkan untuk manusia,  menyuruh yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 110).

Apa anda ingin menjadi generasi yang terbaik, berprestasi, berakhlaq yg baik & taat pd aturan Allah?
Apa anda ingin terhindar dari pergaulan bebas,tawuran & narkoba?
Apa anda ingin mempelajari islam secara kaffah?

Jika, jawabannya YA dan itu adalah impian anda. Jenengan sebaiknya mengikuti *MIK (Majlis Islam Kaffah)*.
Kajian yg asyik, mendalam, bermanfaat & mencerahkan ini insya Allah akan membina dengan al Qur’an dan hadis agar kita memperoleh impian2 di atas.

๐Ÿƒ๐ŸปBagi yg berminat mengikuti  MIK (Majlis Islam Kaffah) silahkan datang mengikuti kajian tersebut:
*๐Ÿ‘ณ‍♀ unt laki-laki*
๐ŸŽฏ *setiap ahad*
๐Ÿก *di kutisari utara 3/25c.*
๐Ÿ•— _*Pagi jam 5:00-7:00*_

*๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿš€ unt perempuan*
๐ŸŽฏ *setiap ahad sore*
๐Ÿก *di kutisari utara 3/25c.*
๐Ÿ•— _*Sore jam 16:00-17:00*_

๐Ÿ†“ *GRATIS: Insya Allah BONUS ilmu dan teman yg baik ๐Ÿ˜*

*Buruan daftar*

Cara daftar, sms:
daftar MIK-Nama anda-alamat-no hp:
*Bagi peserta laki2*
Kirim ke Ust Samik: 085631160005
(Ketua kader edukatif anti narkoba/KEREN BNNP JATIM, Dosen Unesa, Pembina Majlis Islam Kaffah dan Majlis As Salam).
*Bagi perempuan kirim ke ustadah Sofi* 085656013320

*Semoga Allah mempermudah kita, menghadiri majlis ilmu, Aamiin*

Friday, January 5, 2018

Keutamaan menuntut ilmu, majlis ilmu, dan orang yang berilmu

*Materi 1. Majelis Islam Kaffah*
Oleh: Samik bin Makki (Dosen UNESA dan Pembina Majelis Islam Kaffah)



*Ilmu sangat penting karena sebagai satu-satunya jalan untuk beribadah yang benar dan ikhlas serta sebagai perantara (sarana) untuk bertaqwa.*
Dengan taqwa inilah manusia menerima kedudukan terhormat disisi Allah dan keuntungan yang abadi.
Alhamdulillah, di zaman _now_, sudah banyak majelis-majelis ilmu yang membahas materi keislaman, baik yang online maupun offline. Sayang, meski kebanyakan majelis ilmu itu gratis (seperti majelis islam kaffah ataupun majelis yang lain di masjid, musholla atau bahkan di rumah-rumah), ternyata tak banyak orang yang berbondong-bondong untuk menghadirinya. Buktinya, meski majelis ilmu menjamur di mana-mana, biasanya yang hadir jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Bandingkan dengan “majelis sepak bola” atau “majelis konser musik”. Meski setiap orang harus mengeluarkan puluhan atau bahkan ratusan ribu rupiah untuk membeli karcis masuk, toh peminatnya selalu membludak walau harus berdesak-desakan. Padahal jelas, “majelis-majelis” semacam ini tak menjanjikan apa-apa selain kesenangan sesaat. Itulah realitas generasi umat hari ini.
Supaya generasi umat menjadi lebih baik dan kita lebih semangat ikut majelis ilmu secara istiqomah sehingga majelis ilmu banyak dihadiri oleh umat dan kebangkitan umat akan terbentuk, mari kita bahas keutamaan menuntut ilmu, majlis ilmu, dan orang yang berilmu.
*A. keutamaan menuntut ilmu*
Apabila setiap orang Islam menyadari betapa pentingnya menuntut ilmu, maka semua akan belomba-lomba mendapatkannya. Banyak mamfaat yang diperoleh orang yang menuntut ilmu, diantaranya sebagai berikut :
*1. Orang yang menuntut ilmu akan memperoleh pahala seperti orang yang berrjihad.* Hal ini sesuai dengan sabda rassulullah SAW : "Orang yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada dijalan Allah sehingga ia kembali kerumahnya".
*2. Menuntut ilmu mempunyai keutamaan lebih baik dari pada sholat seratus rakaat.* Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW kepada Abu Zar sebagai berikut: "Wahai Abu Zar, keluarmu dari rumah pada pagi hari untuk mempelajari satu ayat dari kitab Allah, itu lebih baik dari pada engkau mengerjakan sholat seratus rakaat (HR. Ibnu Majah). Orang yang menuntut ilmu meskipun hanya mempelajari satu ayat Al-Qur'an kebaikannya melebihi dari pada orang yang sholat sunat seratus rakaat. Mengingat demikian besarnya pahala menuntut ilmu, maka seharusnya umat islam harus memiliki semangat belajar yang tinggi.
*3. Orang yang menempuh jalan untuk mencari  ilmu akan dimudahkan jalannya menuju surga,* sebagaimana sabda Rasulullah saw: 
 ู…َู†ْ ุณَู„َูƒَ ุทَุฑِูŠู‚ًุง ูŠَู„ْุชَู…ِุณُ ูِูŠู‡ِ ุนِู„ْู…ًุง ุณَู‡َّู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َู‡ُ ุทَุฑِูŠู‚ًุง ุฅِู„َู‰ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ
*"Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga." (HR Muslim, 2699)*
*B. Keutamaan Majlis ilmu*
*Majlis Ilmu termasuk majelis dzikir sebagai taman surga di dunia ini.*
Dari Anas, Rasulullah ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ bersabda ,
 ุฅِุฐَุง ู…َุฑَุฑْุชُู…ْ ุจِุฑِูŠَุงุถِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ูَุงุฑْุชَุนُูˆุง ู‚َุงู„ُูˆุง ูˆَู…َุง ุฑِูŠَุงุถُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ู‚َุงู„َ ุญِู„َู‚ُ ุงู„ุฐِّูƒْุฑِ
* “Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab,”Halaqah-halaqah (majelis-majelis) dzikir.”* (HR at-Tirmidzi).
Melalui hadis ini, tegas Rasulullah menyamakan majelis dzikir dengan taman surga, tentu dari sisi kemuliaan dan keutamaannya, sekaligus menyebut orang yang ada di majelis-majelis dzikir sebagai orang-orang yang sedang menikmati hidangan di taman-taman surga itu (Syarh Ibn Bathal, II/5).
Keutamaan taman surga tentu tak bisa dibandingkan dengan taman dunia. Sebab, surga itu sendiri dan apa saja yang ada di dalamnya belum pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga atau terbersit di dalam kalbu manusia (Tafsir ath-Thabari, XVII, 346).
*Lalu apa yang dimaksud dengan majelis zikir?* Dalam hadits lain Rasul saw. menyebut taman-taman surga itu dengan majelis-majelis ilmu. Inilah yang juga dipahami oleh para Sahabat seperti Abu Hurairah RA. dan Ibn Mas'ud RA. Imam al-Qurthubi juga menyebut majelis-majelis zikir yang dimaksud adalah majelis ilmu tentang halal dan haram. Adapun menurut Imam al Ghazali, yang dimaksud adalah majelis ilmu-ilmu akhirat; ilmu tentang Allah SWT dan kekuasaan-Nya serta penciptaan-Nya (Faydh al-Qadir, I/696).
*C. Keutamaan orang yang berilmu/Ulama*
Orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu diangkat beberapa derajat oleh Allah,  dimintakan ampunan kepada Allah bagi dirinya oleh siapa saja yang ada di langit dan di bumi, lebih utama dari pada orang yang suka beribadah tapi tidak berilmu. Selain keutamaan tersebut, para ulama mendapat keutamaan sebagai pewaris para nabi. Hal ini sesuai dengan firman Allah dan sabda rassulullah SAW sebagai berikut:
ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฅِุฐَุง ู‚ِูŠู„َ ู„َูƒُู…ْ ุชَูَุณَّุญُูˆุง ูِูŠ ุงู„ْู…َุฌَุงู„ِุณِ ูَุงูْุณَุญُูˆุง ูŠَูْุณَุญِ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َูƒُู…ْ ูۖˆَุฅِุฐَุงู‚ِูŠู„َ ุงู†ْุดُุฒُูˆุงูَุงู†ْุดُุฒُูˆุง ูŠَุฑْูَุนِ  ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฐِูŠْู†َ ุงู…َู†ُูˆุง ู…ِู†ู€ْูƒُู…ْ ูˆَุงู„ّุฐِูŠْู†َ ุงُูˆุชُูˆ ุงู„ْุนِู„ْู…َ ุฏَุฑَุฌَู€ุชٍ ูˆَุงู„ู„ู‡ُ ุจِู…َุง ุชَุนْู€ู…َู„ُู€ูˆْู†َ ุฎَู€ุจِูŠْู€ุฑ
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman!Apabila dikatakan kepadamu,"Berilah kelapangan didalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan  memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan berdirilah  kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.". (Q.S Al-Mujadalah ayat 11).
Katsir bin Qays berkata: Saya pernah duduk bersama Abu ad-Darda di Masjid Damakus. Tiba-tiba datang seseorang kepada dia dan berkata, “Wahai Abu ad-Darda, saya datang kepada engkau dari Madinatur Rasul saw. demi memastikan suatu hadis yang sampai kepada diriku, bahwa engkau pernah membicarakan hadis itu dari Rasul saw., yang tentu sangat aku butuhkan.” Abu ad-Darda lalu berkata, “Aku memang pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Siapa saja yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan membuka bagi dirinya salah satu jalan di antara jalan-jalan menuju surga. Sesungguhnya para malaikat benar-benar meletakkan sayap-sayap mereka karena ridha kepada pencari ilmu. Sesungguhnya seorang yang berilmu (ulama) benar-benar dimintakan ampunan kepada Allah bagi dirinya oleh siapa saja yang ada di langit dan di bumi, hingga bahkan ikan-ikan di air. Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu atas orang yang suka beribadah adalah seperti keutamaan cahaya bulan purnama atas cahaya seluruh bintang di malam hari. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi itu tidak mewariskan dinar atau dirham, tetapi mewariskan ilmu. Karena itu, siapa saja yang mengambil ilmu, berarti dia telah mengambil sesuatu yang amat berharga.” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibn Majah dan Ahmad).
*Dengan mengetahui keutamaan menuntut ilmu, majlis ilmu, dan orang yang berilmu, tentu sangatlah rugi jika kita bermalas-malasan dalam mencari ilmu. Oleh karena itu, mari kita terus semangat belajar dan rutin menghadiri majelis ilmu, sebab ilmu adalah penghias bagi pemiliknya dan satu-satunya jalan untuk beribadah yang benar dan ikhlas serta sebagai perantara (sarana) untuk bertaqwa. Mari menjadi pemburu ilmu dengan menjadikan hari-hari kita untuk menambah ilmu, minum sebanyak-banyaknya di taman-taman surga dan berenang di lautan ilmu yang berguna.*
===
๐ŸŒ *Mari kita share materi tersebut supaya kita dan org lain dapat manfaatnya.*
Barakallahu lanaa.
Smg kt sukses mulia dunia akherat.
ุขู…ِู€ู€ู€ู€ู€ูŠْู†ْ ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงู„ْุนَู€ู€ู€ุงู„َู…ِูŠْู†ْ
*Monggo, Bagi yg ingin gabung di group wa majelis islam kaffah*
https://chat.whatsapp.com/DSJoBmQjmoFB22eMXpXOcw
*Sebelum gabung, lihat Aturan group di:*

Wednesday, January 3, 2018

MENYIKAPI MENANG DAN KALAH DALAM PERTARUNGAN PERADABAN

Oleh : Ust Hisyam Hidayat


Telah menjadi _sunnatullah_ bahwa *menang dan kalah senantiasa dipergilirkan* selama pertarungan peradaban sebagaimana Firman Allah:
{ ..ูˆَุชِู„ْูƒَ ุงู„ุฃูŠَّุงู… ู†ُุฏَุงูˆِู„ُู‡َุง ุจَูŠْู†َ ุงู„ู†َّุงุณِ ..}
“Imam Thobary dalam _Jamii'ul bayan_ menyatakan:  “hari-hari itu kami pergilirkan diantara manusia, maksudnya adalah hari keberuntungan (kemenangan) dan hari kerugian (kekalahan).

Kekalahan umat islam dalam episode pertarungan peradaban pada hakekatnya adalah *_istidraj_ bagi kaum kafir dan* merupakan *musibah untuk menguji umat islam* agar mengambil pelajaran dari kejadian, dapat menyikapi musibah dengan sikap yang benar dan proporsional.
Imam Fakhrudin Arrazi dalam tafsir _Mafatihul ghaib_, menyatakan:
“Ketahuilah pergantian (menang dan kalah) bukanlah dimaknai sesungguhnya.  Allah kadang menolong orang beriman dan kesempatan lainya menolong orang kafir. Demikian itu karena pertolongan Allah merupakan kedudukan yang mulia lagi agung dan tidak ada hubungannya dengan orang kafir dan yang dimaksud pergantian adalah cobaan besar kadang menimpa orang kafir dan kesempatan lain menimpa orang mukmin .”
Imam Baydhowi dalam _Anwaru atTanziil wa Asrooru at-Ta’wiil_ , menyatakan:
“ .. didalamnya terdapat peringatan bahwa hakekatnya Allah tidak akan memberikan pertolongan kepada kaum kafir. Akan tetapi, kemenangan mereka merupakan istidraj (proses menuju kehancuran ) bagi mereka dan menjadi cobaan bagi orang-orang beriman”
Imam Ibnu Katsir dalam tafsir Qur’anul adhiim, menyatakan:
“jika orang-orang kafir itu menang, maka mereka cenderung melampaui batas dan sombong. Sehingga kedua hal itu menyebabkan kehancuran mereka.”

Kekalahan dalam salah satu episode pertarungan peradaban merupakan perkara yang tidak disukai secara tabiat manusia akan tetapi Allah senantiasa menjelaskan *tujuan tertimpanya musibah atas kaum muslimin* saat mengalami kekalahan di berbagai episode pertarungan peradaban. Penjelasan tersebut bertujuan untuk memberikan pemaknaan yang benar terhadap musibah. Bila pemaknaan benar maka produktifitas perjuangan tidak akan menurun dan optimisme tidak akan hilang. Diantara tujuan ditimpakan musibah atas umat islam dalam berbagai episode pertarungan peradaban adalah:
_Pertama, untuk mengetahui konsistensi keimanan para pejuang._ Apakah kekalahan membuatnya ragu akan kebenaran islam? Apakah kekalahan membuatnya ragu akan kebenaran janji kemenangan dari Allah? Apakah kekalahan tidak memalingkan sama sekali dari perjuangan islam?
Maka kekalahan yang menimpa kaum muslimin sesungguhnya akan menunjukkan siapa yang teguh keimanannya dan siapa mereka yang dirasuki kemunafikan. Allah SWT berfirman:
"Dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan, maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Allah, dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman. Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik…" (TQS. Ali imron: 166-167 )

_Kedua, untuk memilih diantara mereka yang menjadi syahid dijalan Allah._ Banyak pejuang yang ingin segera syahid dijalan Allah karena slogan mereka adalah “hidup mulia dan mati syahid”. Maka diantara babak episode pertarungan peradaban akan terpilih beberapa atau banyak orang yang menjadi syahid dijalan Allah. Allah SWT berfirman:
" … Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim" (TQS.Ali Imron; 140)
_Ketiga, untuk membersihkan dosa sebagian pejuang dan untuk mengangkat derajat pejuang lainnya._ Allah SWT berfirman:
"Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka)" (TQS. Ali imron: 141)
Imam Ibnu katsir menjelaskan:
“dosa-dosa mereka akan dihapuskan, jika mereka telah berbuat dosa, dan jika tidak maka akan ditinggikan derajat mereka sesuai dengan apa yang telah menimpa mereka.”
_Keempat, untuk mengetahui kesungguhan pejuang dan daya tahannya dalam melanjutkan perjuangan._ Bukti keseriusan dan kesungguhan dalam mewujudkan cita-cita perjuangan hanya bisa diketahui melalui musibah-musibah yang menimpa mereka selama perjuangan. Begitu pula, akan terlihat siapa diantara mereka yang tetap bertahan dalam barisan perjuangan dan melanjutkan perjuangan sampai cita-cita tercapai atau mati syahid. Allah SWT berfirman:
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar" (TQS.Ali-imron:142)
Imam Ibnu katsir menjelaskan:
“ kalian tidak akan masuk Surga sehingga kalian diuji dan nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dan orang-orang yang sabar dalam melawan musuh”

Kemenangan hakiki adalah _bangkit dari kekalahan_. Dalam pertarungan peradaban umat Islam bisa mengalami kekalahan dalam satu periode, namun kemenangan hakiki akan diperoleh saat mereka bangkit dan kembali melakukan perjuangan.
 Imam Ibnu Asyur dalam _At-tahriir wa tanwir_ menyatakan: “ Jika kalian mengalami musibah luka maka jangan khawatir dan surut keyakinan akan janji Allah untuk menolong agamanya. Ingatlah bahwa mereka (kaum kafir) juga mengalami musibah luka yang sama, maka janganlah kalian menjadi orang yang kalah secara mutlak karena sesungguhnya kalian hanya tertunda (kemenangannya).

Kita bisa mengambil pelajaran dari peristiwa kekalahan kaum muslimin dalam perang Uhud. Keadaan itu bukanlah kekalahan mutlak karena kemenangan akhirnya diraih kembali saat konsistensi sahabat nabi akhirnya teruji dalam perjuangan yaitu segera menyambut seruan jihad dari Rasulullah walaupun baru pulang dari medan pertempuran. Terlebih seruan kedua itu dipenuhi pada saat pasukan muslim dalam keadaan luka-luka berdarah yang belum sembuh pasca perang Uhud. Kemenangan tanpa pertempuran diperoleh Rasulullah dengan pulangnya pasukan kafir quraisy ke mekkah karena ketakutan. Kemenangan hakiki ini digambarkan dalam kitab siroh, dari perang Uhud menuju Hamra Al-asad yang berjeda hanya sehari.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Yazid, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, dari Amr, dari Ikrimah yang menceritakan bahwa ketika kaum musyrik kembali dari Perang Uhud, mereka mengatakan, "Muhammad tidak sempat kalian bunuh, dan kaki tangannya tidak kalian tawan. Alangkah buruknya apa yang telah kalian lakukan itu, sekarang kembalilah kalian." Ketika Rasulullah Saw. mendengar berita tersebut, maka beliau menyerukan kepada kaum muslim untuk siap berperang lagi, lalu mereka bersiap-siap dan berangkat. Ketika sampai di Hamra-ul Asad atau di Bi-r Abu Uyaynah (ragu dari pihak Sufyan), maka kaum musyrik berkata (kepada sesama mereka), "Kita kembali lagi tahun depan saja." Maka Rasulullah Saw. kembali pula ke Madinah. Peristiwa ini dianggap sebagai suatu peperangan (perang urat syaraf, pent.).

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan bahwa Perang Uhud terjadi pada hari Sabtu pertengahan bulan Syawwal. Pada keesokan harinya —yaitu pada hari Ahad, tanggal enam belas bulan Syawwal— Rasulullah Saw. menyerukan melalui juru serunya kepada kaum muslim agar bersiap-siap mengejar musuh. Juru seru Rasulullah Saw. mengumumkan, "Tidak boleh ada yang berangkat bersama kami seorang pun kecuali orang-orang yang ikut bersama kami kemarin (dalam Perang Uhud). Lalu Jabir ibnu Abdullah ibnu Amr ibnu Haram meminta izin kepada Rasulullah Saw. untuk tidak ikut. Untuk itu ia berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah meninggalkan di belakangku tujuh orang saudara perempuanku." Rasulullah Saw. bersabda, 'Wahai anakku, tidak layak bagiku dan bagimu juga bila meninggalkan wanita-wanita tersebut tanpa laki-laki di antara mereka yang menjaganya. Aku bukanlah orang yang lebih mementingkan dirimu berjihad bersama Rasulullah Saw ketimbang diriku sendiri. Sekarang engkau boleh tetap tinggal menjaga saudara-saudara perempuanmu." Maka ia tetap tinggal di Madinah menjaga saudara-saudara perempuannya. Nabi Saw. memberikan izin kepada Jabir untuk tidak ikut, sedangkan beliau Saw. berangkat bersama mereka. Sesungguhnya Rasulullah Saw. kali ini berangkat hanya semata-mata untuk menakut-nakuti musuh, agar sampai kepada mereka bahwa beliau Saw. berangkat untuk mengejar mereka, hingga mereka mengira bahwa Nabi Saw. masih memiliki kekuatan, bahwa apa yang dialami oleh kaum muslim dalam Perang Uhud tidak membuat mereka lemah dalam menghadapi musuh-musuhnya.

Matahari mulai terbenam kala mereka memasuki Madinah. Keletihan di atas keletihan terbayang di wajah. Luka sabetan pedang, tusukan tombak dan luka akibat anak panah musuh yang tertancap di tubuh mengalirkan darah. Gigi seri Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam pecah, juga tangan kanan beliau yang terluka akibat menangkis pukulan yang diarahkan ke kepala beliau masih menyisakan sakit yang luar biasa. Kesedihan atas meninggalnya tujuh puluh sahabat menambah perihnya luka yang diderita kaum Muslimin di Perang Uhud itu.
Belum cukup mata terpejam untuk istirahat dari kerasnya peperangan, darah segar masih mengalir dari luka-luka yang terbalut perban. Tiba-tiba di keheningan pagi Bilal mengumumkan bahwa musuh harus dikejar. Sang komandan mensyaratkan perintah bahwa yang ikut dengannya adalah orang-orang yang ikut dalam Perang Uhud sebelumnya.
Tholhah bin Ubaidillah menemui Rosulullah, memastikan keberangkatan. Dia mendapati beliau telah siap di atas pelana kudanya di depan pintu masjid, lengkap dengan topi baja yang menutupi seluruh wajah kecuali matanya. Tanpa pikr panjang Tholhah segera berlari menuju kudanya dan segera menyiapkan diri.
Di antara orang-orang Bani Salimah yang telah siap mengijabahi seruan Allah dan Rosulullah terdapat empat puluh tentara terluka, bahkan di antara mereka ada yang mengalami lebih dari sepuluh luka tikam anak panah. Sungguh kekuatan jiwa mereka melebihi kekuatan tubuh mereka. Doa Rosulullah seketika keluar dari lisannya kala memeriksa barisan pasukan, _“Ya Allah, berkahilah Bani Salimah!”_
Pasukan yang dipimpin langsung oleh Rasulullah itu berhenti di Perang Hamra’ul Asad, kira-kira delapan mil dari Madinah, tidak jauh dari musuh di depan mereka yang telah berkemah selama beberapa waktu di Rawha. Para musuh menunggu waktu tepat untuk menghabisi muslimin hingga ke akarnya.
Di Hamra’ul Asad, Rasulullah perintahkan pasukannya untuk menyebar dan mengumpulkan kayu kering sebanyak-banyaknya. Setiap orang menumpuknya dalam tumpukan tersendiri. Ketika matahari terbenam, mereka dapat menyiapkan lebih dari lima ratus perapian dan menyalakannya ketika malam tiba.
Tiga hari mereka berada di Hamra’ul Asad menghadang musuh dengan luka-luka yang masih menganga, merancang srategi yang membuat takut musuh. Nyala api yang sangat banyak yang terpencar di areal yang luas seolah-olah menunjukkan besarnya pasukan yang sedang berkemah di sana. Kesan ini tersampaikan kepada Abu Sufyan yang membuat dia dan juga kaumnya ciut nyali dan melarikan diri ke Makkah.
Kemenangan Kaum muslim di Hamra’ul Asad diabadikan dalam Al-Qur’an:
(yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan RosulNya sesudah mereka mendapatkan luka. Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan dan bertakwa ada pahala yang besar (yaitu) orang-orang yang jika ada yang mengatakan pada mereka “sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian, maka takutlah”, keimanan mereka bertambah dan mereka menjawab” cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan dialah sebaik-baik pelindung.” [QS Ali Imron(3): 172-173]

Hamra’ul Asad adalah kisah keberanian dan ketangguhan Rasulullah dan para sahabat mulia. Hamra’ul Asad menjadi saksi sebuah ketaatan tiada bandingnya, saksi atas cinta perjuangan yang tiada pernah padam di berbagai keadaan. Rasa sakit, keletihan, kepayahan, duka cita yang tak hanya dirasa oleh fisik tapi juga membebani mental tak membuat mereka abai ketika panggilan perjuangan dikumandangkan.

Sungguh Allah tidak menyia-nyiakan kesungguhan jiwa dan pengorbanan mereka, yaitu dengan memberikan kemenangan tanpa melakukan pertempuran, dan sekali-kali Allah tidak pernah menjerumuskan hambanya yang shalih kepada kebinasaan.

๐Ÿ

Saturday, December 30, 2017

Tabiat Tauhid

Oleh: Felix Siauw


Sejak awal kedatangan Islam di tanah Arab, Islam sudah menampakkan ciri khasnya, yakni tauhid. Maknyanya adalah meng-ESA-kan Allah dalam tiap segi kehidupan

Yakni menjadikan Allah sebagai satu-satunya yang berhak, apakah itu dalam penciptaan, dalam penentuan baik dan buruk, sampai pada tempat berharap dan berlindung

Kondisi bangsa Arab pada saat itu malah sebaliknya, mereka menduakan Allah, mereka meyakini Allah Pencipta, tapi malah menjadikan selain Allah sebagai tempat meminta

Maka saat Rasulullah datang dengan kalimat tauhid, Rasul memberi kritik keras pada praktek-praktek Arab yang saat itu banyak bertentangan dengan tauhid

Terutama pada aktivitas-aktivitas umum yang itu melibatkan hukum selain hukum Allah, seperti penyembahan berhala, riba, perbudakan, dan perlakuan dzalim lainnya

Tabiat Islam bertentangan dengan kedzaliman, maka dimana ada kedzaliman, disitu Islam akan muncul dengan penentangan yang paling keras, begitupun Muslimnya

Karena Muslim yang shalat, dia melakukannya karena ketaatan, atas dasar yang sama, ia ingin taat pada seluruh aspek hidup, ingin Al-Qur'an dan As-Sunnah mewujud dalam hidup

Sebab itulah, yang bereaksi paling keras saat penjajah datang, adalah orang Muslim. Yang sepenuh hati berjuang mengusir penjajah, mayoritas adalah Muslim

Sebab sudah alamiahnya, seorang Muslim tidak suka dengan kedzaliman, dan mereka mencintai kedamaian dan keadilan, sebab itu sudah inheren dengan agama mereka

Jadi bila ada satu kelompok, atau pemahaman yang senantiasa mencap negatif dan memusuhi kaum Muslim, mengkriminalisasi ulama Muslim, bisa jadi itulah kedzaliman

Apalagi kita saksikan saat ini, kelompok yang sama mendukung kaum Nabi Luth, membela penista agama, selalu nyinyir pada agenda-agenda persatuan ummat

Maka wajar ummat Muslim kemudian berdiri tegak menghadapi kedzaliman semisal ini. Bedanya, kaum Muslim takkan pernah curang dan licik dalam perjuangannyaperjuangannya
๐Ÿ’–๐Ÿ˜„ Maaf, mungkin info berikut bermanfaat bagi anda yang ingin tampil lebih cantik dan sehat. ๐Ÿ˜„๐Ÿ’–




NANOGOLD/NG yaitu kosmetikdengan teknologi perawatan kulittercanggih di dunia saat ini yang menggunakan teknologi EMASberukuran NANO (10 pangkat min 9 m), sehingga memudahkan proses penyerapan bagi kulit, mencerahkan kulit, aman, menyehatkan kulit, dan halal (“Susuk Emas Modern”).

 *Macam-macam NG yang mengandung emas:*

1.  Ada 8 jenis krem: pagi, malam (biasa/pinang), jerawat, mata panda, antinoda,  Moisturizing/pelembab wajah, dan krem pelembab bibir & kelopak mata dengan berat 5 g (Rp 30rb) atau 12,5 g (75rb)

2.     Hand body lotion whitening 100 ml (35rb)

3.     Serum  konsentrat masker 10 ml (30rb)

4.     Hair tonic / serum rambut 20 ml (50rb)

Produk pelengkap NG di bawah ini tidak mengandung emas:

5.     Ada 8 jenis Sabun wajah padat: susu madu, mengkudu, sere, aloevera, pepaya, bengkoang, susu beras, dan sabun sulfur @11rb

6.     Bedak Tabur 30 g (50rb)               

7.     Shampo Merang 100 ml (22rb)

8.     Sabun wajah cair 60 ml  (47rb)    

9.     Obat Jerawat (10rn)
Cara membeli berbagai produk NGadalah sebagai berikut:

1.    Pilih produk yang ingin dibeli (lihat info di atas/klik Macam-macamproduk Nano gold) dan tentukan jumlahnya
2.    Lalu sms/wa ke: 085731160005
dengan Format  sms : NAMA_ALAMAT LENGKAP_ PESAN
Contoh: Fatim_Dapuan baru II/41 Surabaya 60163_Pesan
10 Krem pagi  5 g
10 Krem malam 12,5 g
10 Moisturizing/pelembab 5 g
10 Hand body lotion whitening
10 Serum  konsentrat masker
10 Hair tonic / serum rambut
3.    Lalu kami hitungkan: harga produk – diskon (jika beli > Rp 300.000) + Ongkos kirim, dan kami smskan ulang uang yang seharusnya ditransferkan ke no pembeli
4.    Pembeli mentransfer sejumlah uang sesuai dengan perhitungan kami, keBRI Syariah. an:  Samik No: 1006397472 
5. Setelah pembeli mentransfer, konfirmasi dan kirim foto bukti pengiriman ke no wa 085731160005, selanjutnya barang yang anda beli segera kami kirim via jne//pos.
Info lengkap klik di NANOGOLD / http://nanogoldcosmetic.blogspot.co.id/ 
Semoga hidup kita sehat berkah dan sukses mulia dunia akherat. Aamiin.